Next
Previous

Minggu, 30 Desember 2012

0

Catat! Ini Jalan Menuju Car Free Night Nanti Malam

 
Jakarta - Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan menggelar Car Free Night untuk pertama kalinya. Acara ini dalam rangka melayani warga Jakarta yang ingin merayakan tahun baru tanpa harus pergi keluar kota.

Car Free Night diberlakukan di sepanjang ruas jalan Sudirman hingga kawasan Merdeka Barat. Mulai pukul 20.00 WIB hingga keesokan harinya pukul 02.00 WIB.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema pengalihan arus untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada malam tahun baru nanti. Berikut pengalihan arus di Jakarta dari Polda Metro Jaya, Senin (31/12/2012).

Bundaran depan Bank Indonesia
1. Penutupan Jl MH Thamrin arah ke selatan dan penutupan Jl Medan Merdeka Barat.
2. Kendaraan diarahkan menuju ke Jl Medan Merdeka Selatan dan ke Jl Budi Kemuliaan.

Traffic Light Jl Kebon Sirih
1. Penutupan Jl MH Thamrin arah ke utara dan selatan
2. Kendaraan diarahkan menuju ke Jl Kebon Sirih arah timur (ke arah Tugu Tani) dan ke arah barat (ke arah Tanah Abang)

Traffic Light Sarinah
1. Penutupan Jl MH Thamrin arah ke utara dan selatan
2. Kendaraan diarahkan menuju ke Jl Wahid Hasyim arah barat/ke arah Tanah Abang dan ke arah timur/ke arah traffic light Jl Sabang

Bundaran HI
1. Kendaraan di arahkan menuju ke Jl Imam Bonjol-traffic light Jl Cokroaminoto-dan seterusnya
2. Kendaraan diarahkan menuju ke Jl Tanjung Karang-Jl Kendal dan seterusnya

Dukuh Atas
1. Penutupan Dukuh Atas arah ke utara
2. Kendaraan diarahkan menuju ke Traffic light Dukuh Bawah

Gedung Dharmala
1. Penutupan Jl Jend Sudirman arah ke utara
2. Kendaraan diarahkan menuju ke Jl Mas Mansyur-Traffic light Karet dan seterusnya

Semanggi
1. Penutupan Jl Jend Sudirman arah ke utara
2. Kendaraan diarahkan menuju ke Jl Gatot Subroto arah timur (ke arah Cawang). Kendaraan diarahkan ke arah selatan (ke arah Blok M)

Bundaran Senayan
1. Penutupan Jl Jend Sudirman arah ke utara
2. Kendaraan diarahkan ke arah Jl Hang Tuah
3. Kendaraan diarahkan ke Jl. Sisingamangaraja

Terkait pengalihan arus lalu lintas tersebut, maka dilakukan tahap-tahap penutupan lalu lintas di sepanjang ruas Jl. Jend Sudirman sampai dengan Jl MH Thamrin :
1. Pukul 16.00 akan mulai dilakukan penyaringan (filterisasi) terhadap kendaraan yang melintas di sepanjang Jl Jend Sudirman sampai dengan Jl MH Thamrin mulai diarahkan menggunakan jalur-jalur alternatif yang ada.
2. Pukul 18.00 dilanjutkan dengan penutupan pada jalur cepat di sepanjang Jl Jend Sudirman sampai dengan Jl MH Thamrin
3. Pukul 19.00 dilanjutkan dengan penutupan pada jalur lambat di sepanjang Jl Jend Sudirman sampai dengan Jl MH Thamrin
4. Pukul 20.00 dilakukan penutupan sepanjang Jl Jend Sudirman sampai dengan Jl. MH Thamrin
(mok/mok) ( SUMBER  )

Sabtu, 29 Desember 2012

0

Musim Hujan tak Surutkan Animo Wisatawan Kunjungi Tangkubanparahu



NGAMPRAH, (PRLM).- Meski dalam musim hujan, objek wisata alam di Kabupaten Bandung Barat di wilayah utara mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Setidaknya, hal itu terjadi pada Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu (Lembang) dan Curug Cimahi (Parongpong).
"Tidak ada pengaruh cuaca dengan kunjungan wisatawan," ujar Direktur Utama PT GRPP, Putra Kaban saat dijumpai di TWA Tangkubanparahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (29/12/12).
Di Tangkubanparahu, pengunjung bisa mencapai 6.000-7.000 per hari. Padahal pada akhir pekan biasanya, jumlah kunjungan pada akhir pekan hanya mencapai sekitar 3.000-4.000 pengunjung.
Putra menuturkan, puncak kedatangan pengunjung terjadi pada pukul 10.00-13.00 WIB. Oleh karena itu, apabila ingin menghindari antrean kendaraan, wisatawan disarankan berkunjung sebelum atau sesudah puncak kedatangan pengunjung. "Meskipun begitu, tingkat kunjungan pada akhir pekan ini, masih belum seramai akhir pekan menjelang Natal," ujarnya.
Berbeda dengan TWA Tangkubanparahu, walaupun mengalami peningkatan, jumlah kunjungan wisatawan ke Curug Cimahi tidak terjadi secara signifikan. Menurut Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) dari Bagian Kesatuan Pengelola Hutan (BKPH) Lembang, Eem Sulaeman menuturkan, hal itu terjadi karena pengaruh cuaca.
"Jajaran kendaraan para wisatawan telah berjejer di areal parkir. Akan tetapi, lantaran hujan, mereka urung masuk ke lokasi curug," tuturnya.
Eem mengungkapkan, rata-rata kunjungan di akhir pekan pada musim liburan, berjumlah 350 pengunjung per hari. Pada akhir pekan biasanya, jumlah pengunjung rata-rata hanya mencapai 100 pengunjung per hari.
Ketika ditanyakan jumlah kunjungan pada malam pergantian tahun, Eem optimistis, Curug Cimahi akan dikunjungi lebih dari 1.000 wisatawan. "Perkiraan itu melihat data kunjungan pada malam pergantian tahun 2011 ke 2012. Ketika itu, Curug Cimahi dikunjungi sekitar 1500 wisatawan," ucapnya. (A-206/A-88)***


Sumber :http://www.pikiran-rakyat.com/
0

Benarkah Jokowi Masih "Fokeisme"?

 Benarkah Jokowi Masih "Fokeisme"?
JAKARTA, - Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hanya mengganti nama program-program Foke. Namun, Wakil Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Dwi Rio Sambodo menilai, perlu melihat secara mendalam untuk membandingkan  Jokowi dengan Fauzi Bowo (Foke) yang menjadi gubernur di periode sebelumnya.

Menurut Rio, ada beberapa hal mendasar yang membedakan Jokowi dengan Foke. Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah gaya kepemimpinan keduanya, di mana Jokowi dinilai pro rakyat namun tegas dan jauh dari kesan elitis.

"Jokowi lebih optimal dalam manajemen organisasi karena membagi habis tugas Gubernur dengan wakilnya. Ditambah gaya blusukan dan berbelanja masalah yang memberi terapi kejut, khususnya untuk jajaran di bawahnya," kata Rio saat dihubungi di Jakarta, Minggu (30/12/2012).

Menurut anggota Komisi E ini, gaya Jokowi dalam memimpin telah mulai menampakkan hasil. Misalnya dari kinerja aparat birokrasi di DKI yang dianggapnya telah lebih baik dibanding saat Foke masih memimpin. Dari sisi program, Rio menilai Jokowi sangat kental dengan nuansa terobosan.

Program-program Jokowi nampak menggebrak bila dilihat dari Rancangan APBD 2013. Misalnya program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang memudahkan warga mendapat layanan kesehatan secara gratis karena hanya perlu menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga ke Puskesmas atau rumah sakit rujukan.

 Lalu Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk siswa miskin, peremajaan bus, penambahan bus Transjakarya, rumah deret, penataan PKL, dan lain-lain.

"Program Jokowi bisa dibilang keluar dari pola pembangunan yang biasa-biasa saja yang diterapkan dengan metode super persuasif," ujarnya.

Sebagai inforamasi, Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan mengkritik program Jokowi yang tercantum dalam Rancangan APBD DKI 2013. Ia menilai, program Jokowi tak berbeda dengan program yang pernah dijalankan oleh mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Menurut Ferrial, dari 20 program unggulan yang diajukan Jokowi dalam Rancangan APBD DKI 2013 masih sangat Fokeisme. Karena hampir semua sama dengan program-program dari gubernur terdahulu, hanya ada beberapa program pembangunan yang dilakukan penajaman fokus dalam pelaksanaannya. (sumber )

Entri Populer